Welcome To My Website

Pages

Rabu, 17 Januari 2018

BAB IV ANALISA SISTEM

BAB IV. Analisa Sistem
I.     Definisi Analisa Sistem
Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan
II.     Langkah-langkah Dalam Analisa Sistem
Langkah-langkahnya:
1.        Identify: mengidentifikasi masalah
Ada 3 langkah yang harus dilakukan di dalam tahapan ini, yaitu:
a.         Mengidentifikasi Penyebab Masalah
b.         Mengidentifikasi Titik Keputusan
c.         Mengidentifikasi Personil-personil Kunci
2.        Understand: memahami kerja dari sistem yang ada
Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian:
a.         Menentukan jenis penelitian
b.        Merencanakan jadwal penelitian
c.         Membuat penugasan penelitian
d.        Membuat agenda wawancara
e.         Mengumpulkan hasil penelitian
3.        Analyze: menganalisis sistem
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Kita dapat menganalisis:
a.         Kelemahan dari sistem lama tersebut
b.        Kebutuhan informasi bagi pemakai sistem dan pihak manajemen
4.        Report: membuat laporan hasil analisis
Isinya adalah:
a.         Alasan melakukan analisis sistem
b.        Menguraikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada sistem lama
c.         Mengidentifikasi penyebab masalah
d.        Mengidentifikasi titik keputusan
e.         Menguraikan penelitian yang dilakukan
f.         Menguraikan hasil analisis
g.         Kesimpulan analisis
III.     Menganalisis hasil penelitian pada sebuah objek penelitian (Rumah Sakit)
Perkembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMR) masih belum lancar dan banyak rumah sakit mengalami kegagalan dalam aplikasinya karena adanya beberapa hambatan dan kendala.
Permasalahan yang menjadi penghambat dan kendala dalam perkembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMR), menjadi tantangan tersendiri bagi para pengembang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMR) ini. SetiapRumah sakit harus memahami betapa pentingnya manajemen informasi bagi perkembangan Rumah Sakit. Terdapat dua alasan utama mengapa terdapat perhatian yang besar terhadap manajemen informasi, yaitu meningkatnya kompleksitas kegiatan rumah sakit dan meningkatnya kemampuan komputer. Dengan tersedianya informasi yang berkualitas, tentunya juga mendorong pegawai untuk meningkatkan kemampuan kompetitif (competitive advantage) Rumah sakit.
Penyelesaian yang harus dilakukan oleh Rumah Sakit dalam menghadapi permasalahan dan kendala dari pengembangan Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMR) adalah dengan memberikan pemahaman kepada setiap anggota organisasi mengenai pentingnya Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIM), memberikan pelatihan yang intensif kepada pengguna Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMR), dan memberikan insentif kepada setiap pegawai yang dapat memanfaatkan Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMR) dengan lebih optimal.
Manajemen tidak dapat mengabaikan sistem informasi karena sistem informasi memainkan peran yang penting di dalam suatu organisasi. Sistem informasi sangat mempengaruhi secara langsung dalam pengambilan keputusan, membuat rencana, dan mengelola pegawai, serta meningkatkan sasaran kinerja yang hendak dicapai, yaitu bagaimana menetapkan ukuran atau bobot setiap tujuan/kegiatan, menetapkan standar pelayanan minimum, dan menetapkan standar dan prosedur pelayanan baku kepada masyarakat. Untuk itu, tanggung jawab terhadap sistem informasi tidak dapat didelegasikan begitu saja kepada sembarang pengambil keputusan.
Semakin meningkat saling ketergantungan antara rencana strategis organisasi, peraturan dan prosedur di satu sisi dengan sistem informasi (software, hardware, database, dan telekomunikasi) di sisi yang lainnya.
Perubahan di satu komponen akan mempengaruhi komponen lainnya. Hubungan ini menjadi sangat penting saat manajemen mempunyai rencana ke depan. Kegiatan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang biasanya sangat tergantung kepada sistem apa yang tersedia untuk dapat melaksanakannya. Misalnya, dalam peningkatan produktivitas kerja para pegawai sangat tergantung pada jenis dan kualitas dari sistem informasi organisasi.
Pengembangan dan pengelolaan sistem saat ini membutuhkan partipasi banyak pihak di dalam Rumah Sakit, jika dibandingkan peran dan partisipasi pada periode-periode yang lalu.
Dengan meningkatnya kecenderungan organisasi berteknologi digital, maka sistem informasi di dalam Rumah Sakit dapat meliputi jangkauan yang semakin luas hingga kepada masyarakat, pemerintahan, swasta, dan bahkan informasi mengenai perkembangan politik terakhir.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMR) memainkan peran yang sangat besar dan berpengaruh di dalam rumah sakit karena semakin tingginya kemampuan teknologi komputer dan semakin murahnya biaya pemanfaatan teknologi komputer tersebut.
1.      Kelemahannya:
a.       Pemahaman para pemakai tentang komputer yang masih kurang
b.      Pemahaman para spesialis bidang informasi tentang bisnis dan peran manajemen yang masih minim
c.       Relatif mahalnya harga perangkat komputer
d.      Ambisius para pengguna yang terlalu yakin dapat membangun sistem informasi secara lengkap sehingga dapat mendukung semua lapisan pegawai
2.        Kebutuhan informasi bagi user & pihak manajemen
a.       Informasi data pasien yang meliputi :
·         Data pribadi pasien termasuk riwayat kesehatan pasien sebelumnya
·         Tarif yang dikenakan pada pasien
·         Informasi mengenai status pembayaran pasien
b.      Informasi tarif rumah sakit yang meliputi :
·         Tarif rawat jalan dari tiap dokter di rumah sakit
·         Tarif rawat inap termasuk di dalamnya tarif untuk kamar, obat-obatan dan sebagainya.
·         Tarif pemeriksaan Medical Checkup
c.       Informasi bagi direktur rumah sakit yang meliputi :
·         Laporan pendapatan dari rawat jalan bulanan
·         Laporan pendapatan dari rawat inap bulanan
·         Laporan bagi hasil jasa dokter baik dari rawat jalan dan rawat inap
·         Laporan tunggakan pasien yang belum melunasi biaya rumah sakit
3.        Laporan Hasil Analisis:
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMR) merupakan bidang yang harus dikembangkan oleh setiap Rumah Sakit yang ada di Indonesia. Perkembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMR) sangat cepat dan pesat, untuk itu setiap Rumah Sakit harus dengan cepat untuk dapat beradaptasi dengan teknologi ini.
Permasalahan yang menghambat dan menjadi kendala bagi pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMR) di Indonesia bukan menjadi penghalang bahwa teknologi ini tidak digunakan dan dikembangkan. Setiap Rumah Sakit yang memiliki hambatan dan kendala dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMR) harus dengan cepat mengatasi dan menyelesaikannya dengan memberikan pemahaman, pelatihan dan insentif kepada setiap pegawai yang memanfaatkan Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMR) dengan lebih optimal.
Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMR) yang optimal, maka akan memberikan banyak benefit bagi Rumah Sakit tersebut

BAB III KEBIJAKAN & PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SISTEM

                                                 

BAB III. Kebijakan dan Perencanaan Sistem
I.     Definisi Kebijakan dan Perencanaan Sistem
A.       Definisi KebijakanSistem
Kebijakan sistem merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem.
B.       Definisi Perencanaan Sistem
Perencanaan Sistem adalah proses membuat sebuah Laporan Perencanaan Sistem yang menggunakan sumber sistem informasi yang berhubungan dan mendukung tujuan bisnis dan operasi organisasi.
II.     Proses Perencanaan Sistem
Proses perencanaan sistem dibagi dalam 3 proses utama yaitu:
1.      Merencanakan proyek-proyek sistem, meliputi:
a.       Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
b.      Mengidentifikasi proyek-proyek sistem
c.       Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
d.      Menetapkan kendala proyek-proyek sistem
e.       Menentukan prioritas proyek-proyek sistem
f.       Membuat laporan perencanaan sistem
2.      Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan, meliputi:
a.       Menunjuk team analis
b.      Mengumumkan proyek pengembangan sistem
3.      Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan, meliputi:
a.       Melakukan studi kelayakan
b.      Menilai kelayakan proyek sistem
c.       Membuat usulan proyek sistem
d.      Meminta persetujuan manajemen
III.     Studi Kelayakan
1.      Definisi Studi Kelayakan
Studi Kelayakan            adalah suatu studi yang akan digunakan untuk menentukan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak.
2.      Faktor-faktor yang perlu dinilai dalam studi kelayakan
a.        Ekonomi Kelayakan
Ekonomi adalah metode yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi efektivitas sistem baru. Lebih dikenal sebagai biaya / manfaat analisis, prosedur ini adalah untuk menentukan manfaat dan penghematan yang diharapkan dari sistem kandidat dan membandingkan mereka dengan biaya. Jika manfaatnya lebih besar daripada biaya, maka keputusan dibuat untuk merancang dan mengimplementasikan sistem. Seorang pengusaha yang akurat harus mempertimbangkan biaya versus manfaat sebelum mengambil tindakan.
Biaya studi berbasis: Sangat penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor biaya dan manfaat, yang dapat dikategorikan sebagai berikut: Biaya pengembangan dan Biaya operasi. Ini adalah analisis biaya yang akan dikeluarkan dalam sistem dan manfaat diturunkan keluar dari sistem.
Waktu studi berbasis: Ini adalah analisis dari waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pengembalian investasi. Nilai masa depan dari proyek adalah juga merupakan faktor.
b.        Hukum Kelayakan
Menentukan apakah sistem yang diusulkan konflik dengan persyaratan hukum, misalnya sistem pengolahan data harus sesuai dengan Kis Perlindungan Data setempat.
c.         Operasional Kelayakan
Kelayakan operasional adalah ukuran dari seberapa baik sistem yang diusulkan memecahkan masalah, dan mengambil keuntungan dari kesempatan yang diidentifikasi selama definisi lingkup dan bagaimana memenuhi persyaratan diidentifikasi dalam tahap analisis persyaratan pengembangan sistem.
d.        Jadwal Kelayakan
Sebuah proyek akan gagal jika waktu terlalu lama untuk diselesaikan sebelum berguna. Biasanya ini berarti memperkirakan berapa lama sistem akan mengambil untuk mengembangkan, dan jika dapat diselesaikan dalam jangka waktu tertentu menggunakan beberapa metode seperti payback period. Jadwal kelayakan adalah ukuran seberapa wajar jadwal proyek. Mengingat keahlian teknis kami, adalah tenggat waktu proyek yang wajar? Beberapa proyek yang dimulai dengan tenggat waktu tertentu. Anda perlu menentukan apakah tenggat waktu adalah wajib atau diinginkan.
e.        Pasar dan Kelayakan Real Estate
Studi Kelayakan Pasar biasanya melibatkan pengujian lokasi geografis untuk proyek pengembangan real estat, dan biasanya melibatkan bidang tanah real estate. Pengembang sering melakukan studi pasar untuk menentukan lokasi terbaik dalam yurisdiksi, dan untuk menguji lahan alternatif untuk paket yang diberikan. Yurisdiksi sering membutuhkan pengembang untuk menyelesaikan studi kelayakan sebelum mereka akan menyetujui permohonan izin untuk ritel, komersial, industri, manufaktur, kantor perumahan, atau dicampur-menggunakan proyek. Kelayakan Pasar memperhitungkan pentingnya bisnis di area yang dipilih.
f.        Sumber Daya Kelayakan
Hal ini melibatkan pertanyaan seperti bagaimana banyak waktu yang tersedia untuk membangun sistem baru, ketika itu dapat dibangun, apakah itu mengganggu operasi bisnis normal, jenis dan jumlah sumber daya yang dibutuhkan, dependensi.
g.        Budaya Kelayakan
Pada tahap ini, alternatif proyek yang dievaluasi dampaknya di tingkat lokal dan umum budaya. Sebagai contoh, faktor lingkungan perlu dipertimbangkan dan faktor-faktor ini menjadi terkenal. Selanjutnya budaya perusahaan bisa berbenturan dengan hasil proyek.
h.        Kelayakan Keuangan
Dalam kasus proyek baru, viabilitas keuangan dapat dinilai berdasarkan parameter berikut:
·         Perkiraan total biaya proyek
Pembiayaan proyek dalam hal struktur modal, rasio utang ekuitas dan berbagi promotor dari total biaya
·           Ada investasi oleh promotor di bisnis lain
·           Proyeksi arus kas dan profitabilitas
i.          Produksi
Studi kelayakan output laporan studi kelayakan, laporan yang merinci kriteria evaluasi, temuan penelitian, dan rekomendasi.
3.      Proyek sistem
Proyek sistem adalah pengembangan sebuah sistem informasi dalam suatu organisasi.
Contoh: Proyek-proyek sistem yang bisa dikembangkan dalam sebuah Rumah Sakit adalah:
1.      Membuat sistem perancangan pendaftaran pasien baru
2.      Membuat sistem perancangan pemesanan obat-obatan
3.      Membuat sistem perancangan pembayaran gaji karyawan
4.      Membuat sistem perancangan pendaftaran rawat inap

BAB II Tinjauan Umum Sistem Informasi

TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM

Alasan perlunya pengembangan sistem :
  1. Adanya masalah pada sistem yang lama .Masalah dapat berupa:
    1. Ketidakberesan
    2. Pertumbuhan organisasi.
  2. Untuk meraih kesempatan (opportunities )
Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar, pelayanan  yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya.
  1. Adanya instruksi-instruksi dari pimpinan ataupun dari luar organisasi.
Karena adanya permasalahan pada, kesempatan atau instruksi, maka sistem yang baru perlu dikembangkan untuk memecahkan permasalahan – permasalahan yang timbul.

Permasalahan
Kesempatan
Instruksi
Memecahkan
Meraih kesempatan
Memenuhi instruksi

GAMBAR PENGEMBANGAN SISTEM
Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peninkatan-peningkatan di sistem yang baru.
Peningkatan – Peningkatan ini berhubungan dengan PIECES :
  1. Perfomance ( kinerja )
  2. Information
  3. Economy
  4. Control
  5. Efficiency
  6. Service

PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM.

  1. Sistem yang dikembangkan  adalah untuk manajemen.
  2. Sistem yang diekmbangkan adalah investasi modal yang paling besar.
Investsi modal harus mempertimbangkan beberapa hal :
  1. Bila alternatif yang diabaikan dan sudah terlanjur menanamkan dana ke suatu proyek investasi tertentu.
  2. Investasi yang terbaik harus bernilai
Investasi ini baru menguntungkan jika manfaat atau hasil baliknya lebih besar dari biayanya..
  1. Sistem yang dikembangkan memerlukan banak orang yang terdidik.
  2. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan  dalam proses

  1. Pengembagan sistem.
  2. Proses pengembangan  sistem tidak harus urut.
  3. Jangan takut membatalkan proyek.
  4. Dokumentasi harus ada untuk pedoman pengembangan sistem.

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM
Tahapan utama dari pengembangan sistem adalah sbb:
  1. Tahapan perencanaan
  2. Analisis sistem.
  3. Desain sistem
  4. Seleksi sistem.
  5. Implementasi sistem.
  6. Perawatan sistem.



PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM.
Pendekatan pengembangan sistem yang ada sebasai berikut :
  1. Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur ( dipandang dari metodologi yang digunakan ).
  2. Pendekatan sepotong lawan pendekatan sistem ( dipandang dari sasaran yang akan dicapai ).
  3. Pendekatan bawah-naik lawan pendekatan atas-turun ( dipandang dari cara menentukan kebutuhan dar sistem ).
  4. Pendekatan lompatan jauh lawn pendekatan berkembang ( dipandang dari cara mengembangkannya ).
  5. Pendekatan  lompatan jauh lawan pendekatan berkembang ( dipandang dari teknologi yang akan digunakan).

METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
Metodologi  pengembangan sistem adalah metode untuk mengembangkan sistem informasi. Urutan untuk pemecahan masah disebut dengan algoritma.

Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat oleh para penulis, konsultan, peneliti dll. Metodologi yang diberikan oleh system house disebut prescriptive methodogies. Metode ini dapat dibagi menjadi  :
  1. Fungsional decomposition methodologies.
Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem yang  lebih kecil.
Contoh metodologi ini : HIPO
2.     Data –oriented methodologies.
Metode ini menekankan pada pemecahan dari sistem kedealam modul-modul berdasarkan tipe elemen data dan tinkah laku logika modul tsb di dalam sistem.Contoh  dari metodologi ini adalah SADT ( Structured Analysis and Design Techniques ), Composite Design, Structured System analysis and design (SSAD ).
3.     Data Structured methodologies.
Metode ini menekankan struktur dari input dan output di sistem.Yang termasuk dari metodologi ini adalah JSD ( Jakson’s system development ), W/O ( Warnier/Orr ).

ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

¡  Tinjauan Organisasi
¡  Kapan perusahaan berdiri
¡  Ruang gerak organisasi
¡  Jumlah tenaga kerja
¡  Struktur organisasi
¡  Tanggungjawab dan wewenang
¡  Analisa Batasan Sistem

Disesuaikan dengan batasan analisa pada struktur organisasi.
¡  Analisa Kebutuhan sistem

Hasil analisa pada sistem yang berjalan dan untuk pengembangan inventarisasi kebutuhan.
¡  Analisa Masukan sistem
Berdasarkan Tool penggambaran sistem
¡  Nama masukan
¡  Isi ( atribut)
¡  Fungsi
¡  Sumber
¡  Media
¡  Rangkap
¡  Frekuensi
¡  Volume
¡  Format ( utput rinci )
¡  Analisa keluaran sistem
¡  Nama keluaran
¡  Isi ( atribut)
¡  Fungsi
¡  Sumber
¡  Media
¡  Rangkap
¡  Frekuensi
¡  Volume
¡  Format ( utput rinci )
¡  Analisa proses
Urutan proses yang ada didalam DAD
¡  Urutan prosedur
Urut-urutan / prosedur proses
¡  Spesifikasi proses
¡  Nama proses
¡  Masukan
¡  Keluaran
¡  Tujuan
¡  Keterangan :
¡  Analisa kontrol

Kelemahan sistem yang berjalan setelah melalui proses analisa masukan dan keluaran.
¡  Analisa Waktu
Lamanya waktu masing-masing proses
¡  Analisa Tenaga
SDM yang menangani proses
¡  Analisa perangkat
¡  Analisa h/w
¡  Analisa s/w
¡  Analisa biaya
¡  Analisa data
¡  Identifikasi kebutuhan

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM

Kebijakan sistem dilakukan oleh manajemen puncak karena manjemen mengiginkan untuik meraih kesempatan –kesempatan yang ada yang tidak diraih oleh sistem yamg lama yang mempunyai banyak kelemahan.
Setelah manajemen puncak menetapkan suatu kebijakan untuk mengembangkan sistem, maka mereka dibantu oleh komite penasehat/pengarah komite semacam ini biasanya terdiri dari wakil-wakil pimpinan dari masing – masing  departemen pemakai sistem dan biasanya diketuai direktur utama.

Tugas komite adalah sebagain berikut :
  1. Mengkaji,menyetujui, atau membuat rekomendasi yang berhubungan dengan perencanaan sistem dsb.
  2. Mengkoordinir pelaksanaan proyek sistem.
  3. Memonitor jalannya proyek sistem.
  4. Menilai kinerja fungsi-fungsi sistem.
  5. Memberikan saran terhadap proyek sistem.

        PERENCANAAN SISTEM.
Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkan sistem, maka perlu perencanaan .Perencanaan sisten terdiri dari dua macam :
  1. Jangka pendek ( periode 1 sampai 2 tahun ).
  2. Jangka panjang ( > 5 tahun  ), jangka ini sudah tidak cocok karen perkembanga komputer yang sangat cepat.
Fungsi-fungsi dari bagian yang terkait dengan perencanaan sistem ;
  1. Planning staff bertugas melakukan perencanaan sistem berdasarkan kebijakan manajemen puncak.Bila staf tidak ada, maka dapat digamti oleh departemen pengembangan sistem.
  2. Departemen pengembangan sistem bertugas mengembangkan sistem sesuai rencana yang dibuat planning staff.Bila tidak ada maka dapat diganti oleh konsultan pengembangan sistem diluar perusahaan.
  3. Departemen pengolahan data bertugas megnoperasikan sistem yang telah dikembangkan oleh departemen pengembangan sistem.Bila tak ada maka harus dibentuk.

PROSES PERENCANAAN SISTEM

Proses dari perencanaan sistem dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
  1. Merencanakan proyek-proyek sistem  yang dilakukan oleh staf perencana sistem.
  2. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan   yang dilakukan oelh komite pengarah.
  3. Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan yang dilakukan oleh analis sistem.


Merencanakan proyek –proyek sistem
Tujuan untuk merencakan proyek yang akan dikembangkan nantinya.
Proses ini terdiri atas :
1         Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan.
  1. Mengidentifikasikan proyek-proyek sistem.
Dalam perusahaan bisnis proyak sistem informasi ini dapat berupa sistim informasi  untuk :
–         Pengendalian penjualandam pemasaran
–         Pengendalian distribusi.
–         Pengendalian produksi.
–         Pengendalian keuangan.
–         Pengendalian persediaan.
  1. Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem.
4    Menetapkan kendala proyek-proyek sistem.
Biasanya kendala itu adalah ;
–               Batasan dana
–               Batasan waktu.
–               Umur ekonomis dari sistem
–               Batasan struktur organisasi yang tidak bisa dirubah.
–               Batasan peraturan-peraturan.
  1. Menetukan prioritas proyek-proyek sistem.
Kriteria rasional untuk menentukan prioritas sistem adalah :
–     Penghematan biaya
–     Efektifitas pemakaian
–     Kelanggengan sistem dimas depan
–     Hubungan denganproyek sistem lainnya yang juga direncanakan.
–     Kebutuhan yang mendesak
Kriteria yang tidak rasional adalah :
–     Minat yang menjadi daya tarik dari masing-masing manajemen yang berkuasa.
–     Kebanggaan yang akan ditonjolkan.
  1. Membuat Laporan perencanaan sistem
  2. Meminta persetujuan manajemen.

Mempersiapkan Proyek – Proyek Sistem yang akan Dikembangkan.
  1. Menunjuk  team analis.
  2. Mengumumkan proyek pengembangan sistem
Pengumuman dapat berupa memorandum yang dibuat oleh direktur utama dan ditujukan kepada semua manajer.

Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan.
Tugas team analis pada tahap ini ;
  1. Mengidentifikasi kembali ruang lingkup sasaran proyak sistem.
Yang menentukan ruang lingkup dan sasaran adalah staf perencana dan komite pengarah.
  1. Melakukan studi kelayakan / high-point review
Studi kelayakan adalah studi yang akan digunakan untuk menetukan kemungkinan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak.Lama studi ini tergantung ruang lingkupnya. Studi kelayaka pada tahap awal sekali dinamakan penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh analis sistem.Adapun penelitian pendahuluan itu adalah sbb :
  1. Memahami operasi dari sistem yang lama.Dokumen yang diperlukan adalah :
–   bagan alir arus informasi
–         bagan alir sistem
–         struktur organisasi
–         deskripsi jabatan.
–         salinan dokumen-dokumen dasar
–         salinan laporan-laporan.
–         Dokumen kode rekening.
  1. Menentukan kebutahan pemakai sistem secara garis besar untuk mencapai sasaran sistem ini.
  2. Menentukan permasalah yang terjadi sehingga sistem yang lam belum dapat mencapai sasaran.

Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan.
Tugas team analis pada tahap ini ;
Mengidentifikasi kembali ruang lingkup sasaran proyak sistem.
Yang menentukan ruang lingkup dan sasaran adalah staf perencana dan komite pengarah.
  1. Melakukan studi kelayakan / high-point review
Studi kelayakan adalah studi yang akan digunakan untuk menetukan kemungkinan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak.Lama studi ini tergantung ruang lingkupnya. Studi kelayaka pada tahap awal sekali dinamakan penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh analis sistem.


Adapun penelitian pendahuluan itu adalah sbb :
  1. Memahami operasi dari sistem yang lama.Dokumen yang diperlukan adalah :
–          bagan alir arus informasi
–          bagan alir sistem
–          struktur organisasi
–          deskripsi jabatan.
–          salinan dokumen-dokumen dasar
–          salinan laporan-laporan.
  1. Menentukan kebutahan pemakai sistem secara garis besar untuk mencapai sasaran sistem ini.

  1. Menentukan permasalah yang terjadi sehingga sistem yang lam belum dapat mencapai sasaran.

  1. Menilai kelayakan proyek sistem.
  2. Kelayakan teknik
Pertanyaanya “apakah teknologi ini nantiya dapat diterapkan di
sistem?”.untuk menjawab hal ini perlu pertimbangan berikut  ;
  1. Ketersediaan teknologi di pasaran.
  2. Ketersediaan ahli yang dapat mengoperasikannya.
  3. Kelayakan operasi.
Pertanyaannya : “ dapatkah sistem ini natinya diterapakn didalam organisasi ?”
Untuk menjawab hal ini, perlu dipertimbangkan
  1. Kemampuan dari personil.
  2. Kemampuan dari operasi sistem untuk menghasilkan informasi.
  3. Kemampuan pengendalian dari operasi sistem.
  4. Efisiensi dari sistem.
  5. Kelayakan Jadual
Untuk melakukan penilaian terhadap kelayakan ini digunakan tehnik kuantitatip PERT. ( Program, Evaluation, and Review Technique ).
  1. Kelayakan Ekonomi.
Pertayaan penting : “ apakah sistem yang akan dikembangkan dapat dibiayai dan menguntungkan ?”
Untuk menjawab perhatikan hal berikut :
  1. Besarnya dana untuk mengembangkan sistem ini.
  1. Manfaat yang diperoleh sistem dibandingkan dengan biaya pengembangannya.
  2. Kelayakan hukum.
Pertanyaan penting : “ apakah sistem yang akan dikembangkan tidak
menyimpang dari hukum yang berlaku ?”
  1. Membuat usulan proyek sistem
  2. Meminta persetujuan manajemen.

BAB I KONSEP DASAR

Pengertian Sistem Informasi

Sesungguhnya yang dimaksud dengan sistem informasi tidak harus melibatkan komputer. Sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information Systems atau CBIS). Dalam prakteknya, Dalam konsep dasar sistem informasi, istilah sistem infor­masi lebih sering dipakai tanpa embel-embel berbasis komputer walaupun dalam kenyataannya komputer merupakan bagian yang penting. Dalam buku ini, yang dimaksudkan dengan sistem informasi adalah sistem informasi yang berbasis komputer.
Dalam bahasan konsep dasar sistem informasi ini akan diuraikan pengertian sistem informasi, oleh para ahli. Dalam berbagai pengertian sistem informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup sejumlah hal yaitu: tantangangan manajemen, teknologi informasi, konsp-konsep dasar, proses pengembangan dan aplikasi bisnis.


 Aktifitas Dasar Sistem Informasi

Dalam konsep dasar sistem informasi, aktifitas dasar sistem informasi menurut Laudon dan Laudon (2010, p46-47) adalah sebagai berikut :
  • Input, Melibatkan pengumpulan data mentah dari dalam organisasi atau dari lingkungan eksternal untuk pengolahan dalam suatu sistem informasi.
  • Process, Melibatkan proses mengkonversi input mentah ke bentuk yang lebih bermakna.
  • Output, Mentransfer proses informasi kepada orang yang akan menggunakannya atau kepada aktivitas yang akan digunakan.
  • Feedback, Output yang di kembalikan ke anggota organisasi yang sesuai untuk kemudian membantu mengevaluasi atau mengkoreksi tahap Input.

Blok-blok Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah building block yaitu blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.



  • Blok Masukan, Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
  • Blok Model, Blok model ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan didasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Jogiyanto 2008 : 13)
  • Blok Keluaran, Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
  • Blok Teknologi, Teknologi merupakan “kotak alat” (toolbox) dari pekerjaan sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendaliaan dari sistem keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
  • Blok Basis Data, Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data didalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat yang disebut dengan DBMS (Data Base Management Sistem).
  • Blok Kendali, Supaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian di dalamnya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung cepat diatasi. Jogiyanto (2008 : 13)

Contoh Penerapan 

Banyak aktivitas manusia yang berhubungan dengan sistem infor­masi. Tak hanya di negara-negara maju, di Indonesia pun sistem infor­masi telah banyak diterapkan di mana-mana, seperti di kantor, di pasar swalayan, di bandara, dan bahkan di rumah ketika pemakai bercengkerama dengan dunia Internet. Entah disadari atau tidak, sistem informasi telah banyak membantu manusia. Sebagai gambaran untuk memperjelas tentang konsep dasar sistem informasi, berikut ini diberikan contoh-contoh penerapan sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
  2. Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para pelanggan.
  3. Sistem biometrik yang dapat mencegah orang yang tak berwewenang memasuki fasilitas-fasilitas rahasia atau mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik iari atau retina mata
  4. Sistem POS (point-of-sale) yang diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data
  5. Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio, misalnya untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api.
  6. Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat di­gunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena di dalam kartu tersebut terekam data-data mengenai pasien
  7. Sistem yang dipasang pada tempat-tempat publik yang memung­kinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dan lain-lain
  8. Sistem layanan akademis berbasis Web yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data-data akademis atau bahkan dapat mendaftarkan mata kuliah-mata kuliah yang diambil pada semester baru
  9. Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange atau EDI) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis dan data yang terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer
  10. E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis Internet.

Kemampuan Utama 

Hal lain yang perlu dipahami dalam konsep dasar sistem informasi adalah kemampuan utamanya. Berikut ini merupakan kemampuan utama sistem informasi:
  • Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dan dengan kecepatan tinggi.
  • Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah, akurat, dan cepat.
  • Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
  • Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak di seluruh dunia dengan cepat dan murah.
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi.
  • Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah pikiran manusia.
  • Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semiotomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
  • Mempercepat pengetikan dan penyuntingan
  • Pembiayaan yang jauh lebih murah daripada pengerjaan secara manual.
Kemampuan-kemampuan ini mendukung sasaran bisnis yang mencakup:
  1. Peningkatan produktivitas.
  2. Pengurangan biaya.
  3. Peningkatan pengambilan keputusan. Peningkatan layanan ke pelanggan. Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis yang baru.
Sistem informasi memberikan nilai tambah terhadap proses, produksi, kualitas, manajemen, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif yang tentu saja sangat berguna bagi kegiatan bisnis (Kroenke, 1992).
Peningkatan penggunaan sistem informasi juga tidak terlepas dari perhatian manajemen dalam perusahaan terhadap betapa pentingnya manajemen informasi. Dalam hal ini, McLeod (1998) mengemukakan dua alasan, pertama kegiatan bisnis menjadi semakin rumit dan kedua komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik.