Welcome To My Website

Pages

Rabu, 17 Januari 2018

BAB II Tinjauan Umum Sistem Informasi

TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM

Alasan perlunya pengembangan sistem :
  1. Adanya masalah pada sistem yang lama .Masalah dapat berupa:
    1. Ketidakberesan
    2. Pertumbuhan organisasi.
  2. Untuk meraih kesempatan (opportunities )
Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar, pelayanan  yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya.
  1. Adanya instruksi-instruksi dari pimpinan ataupun dari luar organisasi.
Karena adanya permasalahan pada, kesempatan atau instruksi, maka sistem yang baru perlu dikembangkan untuk memecahkan permasalahan – permasalahan yang timbul.

Permasalahan
Kesempatan
Instruksi
Memecahkan
Meraih kesempatan
Memenuhi instruksi

GAMBAR PENGEMBANGAN SISTEM
Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peninkatan-peningkatan di sistem yang baru.
Peningkatan – Peningkatan ini berhubungan dengan PIECES :
  1. Perfomance ( kinerja )
  2. Information
  3. Economy
  4. Control
  5. Efficiency
  6. Service

PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM.

  1. Sistem yang dikembangkan  adalah untuk manajemen.
  2. Sistem yang diekmbangkan adalah investasi modal yang paling besar.
Investsi modal harus mempertimbangkan beberapa hal :
  1. Bila alternatif yang diabaikan dan sudah terlanjur menanamkan dana ke suatu proyek investasi tertentu.
  2. Investasi yang terbaik harus bernilai
Investasi ini baru menguntungkan jika manfaat atau hasil baliknya lebih besar dari biayanya..
  1. Sistem yang dikembangkan memerlukan banak orang yang terdidik.
  2. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan  dalam proses

  1. Pengembagan sistem.
  2. Proses pengembangan  sistem tidak harus urut.
  3. Jangan takut membatalkan proyek.
  4. Dokumentasi harus ada untuk pedoman pengembangan sistem.

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM
Tahapan utama dari pengembangan sistem adalah sbb:
  1. Tahapan perencanaan
  2. Analisis sistem.
  3. Desain sistem
  4. Seleksi sistem.
  5. Implementasi sistem.
  6. Perawatan sistem.



PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM.
Pendekatan pengembangan sistem yang ada sebasai berikut :
  1. Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur ( dipandang dari metodologi yang digunakan ).
  2. Pendekatan sepotong lawan pendekatan sistem ( dipandang dari sasaran yang akan dicapai ).
  3. Pendekatan bawah-naik lawan pendekatan atas-turun ( dipandang dari cara menentukan kebutuhan dar sistem ).
  4. Pendekatan lompatan jauh lawn pendekatan berkembang ( dipandang dari cara mengembangkannya ).
  5. Pendekatan  lompatan jauh lawan pendekatan berkembang ( dipandang dari teknologi yang akan digunakan).

METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
Metodologi  pengembangan sistem adalah metode untuk mengembangkan sistem informasi. Urutan untuk pemecahan masah disebut dengan algoritma.

Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat oleh para penulis, konsultan, peneliti dll. Metodologi yang diberikan oleh system house disebut prescriptive methodogies. Metode ini dapat dibagi menjadi  :
  1. Fungsional decomposition methodologies.
Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem yang  lebih kecil.
Contoh metodologi ini : HIPO
2.     Data –oriented methodologies.
Metode ini menekankan pada pemecahan dari sistem kedealam modul-modul berdasarkan tipe elemen data dan tinkah laku logika modul tsb di dalam sistem.Contoh  dari metodologi ini adalah SADT ( Structured Analysis and Design Techniques ), Composite Design, Structured System analysis and design (SSAD ).
3.     Data Structured methodologies.
Metode ini menekankan struktur dari input dan output di sistem.Yang termasuk dari metodologi ini adalah JSD ( Jakson’s system development ), W/O ( Warnier/Orr ).

ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

¡  Tinjauan Organisasi
¡  Kapan perusahaan berdiri
¡  Ruang gerak organisasi
¡  Jumlah tenaga kerja
¡  Struktur organisasi
¡  Tanggungjawab dan wewenang
¡  Analisa Batasan Sistem

Disesuaikan dengan batasan analisa pada struktur organisasi.
¡  Analisa Kebutuhan sistem

Hasil analisa pada sistem yang berjalan dan untuk pengembangan inventarisasi kebutuhan.
¡  Analisa Masukan sistem
Berdasarkan Tool penggambaran sistem
¡  Nama masukan
¡  Isi ( atribut)
¡  Fungsi
¡  Sumber
¡  Media
¡  Rangkap
¡  Frekuensi
¡  Volume
¡  Format ( utput rinci )
¡  Analisa keluaran sistem
¡  Nama keluaran
¡  Isi ( atribut)
¡  Fungsi
¡  Sumber
¡  Media
¡  Rangkap
¡  Frekuensi
¡  Volume
¡  Format ( utput rinci )
¡  Analisa proses
Urutan proses yang ada didalam DAD
¡  Urutan prosedur
Urut-urutan / prosedur proses
¡  Spesifikasi proses
¡  Nama proses
¡  Masukan
¡  Keluaran
¡  Tujuan
¡  Keterangan :
¡  Analisa kontrol

Kelemahan sistem yang berjalan setelah melalui proses analisa masukan dan keluaran.
¡  Analisa Waktu
Lamanya waktu masing-masing proses
¡  Analisa Tenaga
SDM yang menangani proses
¡  Analisa perangkat
¡  Analisa h/w
¡  Analisa s/w
¡  Analisa biaya
¡  Analisa data
¡  Identifikasi kebutuhan

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM

Kebijakan sistem dilakukan oleh manajemen puncak karena manjemen mengiginkan untuik meraih kesempatan –kesempatan yang ada yang tidak diraih oleh sistem yamg lama yang mempunyai banyak kelemahan.
Setelah manajemen puncak menetapkan suatu kebijakan untuk mengembangkan sistem, maka mereka dibantu oleh komite penasehat/pengarah komite semacam ini biasanya terdiri dari wakil-wakil pimpinan dari masing – masing  departemen pemakai sistem dan biasanya diketuai direktur utama.

Tugas komite adalah sebagain berikut :
  1. Mengkaji,menyetujui, atau membuat rekomendasi yang berhubungan dengan perencanaan sistem dsb.
  2. Mengkoordinir pelaksanaan proyek sistem.
  3. Memonitor jalannya proyek sistem.
  4. Menilai kinerja fungsi-fungsi sistem.
  5. Memberikan saran terhadap proyek sistem.

        PERENCANAAN SISTEM.
Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkan sistem, maka perlu perencanaan .Perencanaan sisten terdiri dari dua macam :
  1. Jangka pendek ( periode 1 sampai 2 tahun ).
  2. Jangka panjang ( > 5 tahun  ), jangka ini sudah tidak cocok karen perkembanga komputer yang sangat cepat.
Fungsi-fungsi dari bagian yang terkait dengan perencanaan sistem ;
  1. Planning staff bertugas melakukan perencanaan sistem berdasarkan kebijakan manajemen puncak.Bila staf tidak ada, maka dapat digamti oleh departemen pengembangan sistem.
  2. Departemen pengembangan sistem bertugas mengembangkan sistem sesuai rencana yang dibuat planning staff.Bila tidak ada maka dapat diganti oleh konsultan pengembangan sistem diluar perusahaan.
  3. Departemen pengolahan data bertugas megnoperasikan sistem yang telah dikembangkan oleh departemen pengembangan sistem.Bila tak ada maka harus dibentuk.

PROSES PERENCANAAN SISTEM

Proses dari perencanaan sistem dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
  1. Merencanakan proyek-proyek sistem  yang dilakukan oleh staf perencana sistem.
  2. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan   yang dilakukan oelh komite pengarah.
  3. Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan yang dilakukan oleh analis sistem.


Merencanakan proyek –proyek sistem
Tujuan untuk merencakan proyek yang akan dikembangkan nantinya.
Proses ini terdiri atas :
1         Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan.
  1. Mengidentifikasikan proyek-proyek sistem.
Dalam perusahaan bisnis proyak sistem informasi ini dapat berupa sistim informasi  untuk :
–         Pengendalian penjualandam pemasaran
–         Pengendalian distribusi.
–         Pengendalian produksi.
–         Pengendalian keuangan.
–         Pengendalian persediaan.
  1. Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem.
4    Menetapkan kendala proyek-proyek sistem.
Biasanya kendala itu adalah ;
–               Batasan dana
–               Batasan waktu.
–               Umur ekonomis dari sistem
–               Batasan struktur organisasi yang tidak bisa dirubah.
–               Batasan peraturan-peraturan.
  1. Menetukan prioritas proyek-proyek sistem.
Kriteria rasional untuk menentukan prioritas sistem adalah :
–     Penghematan biaya
–     Efektifitas pemakaian
–     Kelanggengan sistem dimas depan
–     Hubungan denganproyek sistem lainnya yang juga direncanakan.
–     Kebutuhan yang mendesak
Kriteria yang tidak rasional adalah :
–     Minat yang menjadi daya tarik dari masing-masing manajemen yang berkuasa.
–     Kebanggaan yang akan ditonjolkan.
  1. Membuat Laporan perencanaan sistem
  2. Meminta persetujuan manajemen.

Mempersiapkan Proyek – Proyek Sistem yang akan Dikembangkan.
  1. Menunjuk  team analis.
  2. Mengumumkan proyek pengembangan sistem
Pengumuman dapat berupa memorandum yang dibuat oleh direktur utama dan ditujukan kepada semua manajer.

Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan.
Tugas team analis pada tahap ini ;
  1. Mengidentifikasi kembali ruang lingkup sasaran proyak sistem.
Yang menentukan ruang lingkup dan sasaran adalah staf perencana dan komite pengarah.
  1. Melakukan studi kelayakan / high-point review
Studi kelayakan adalah studi yang akan digunakan untuk menetukan kemungkinan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak.Lama studi ini tergantung ruang lingkupnya. Studi kelayaka pada tahap awal sekali dinamakan penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh analis sistem.Adapun penelitian pendahuluan itu adalah sbb :
  1. Memahami operasi dari sistem yang lama.Dokumen yang diperlukan adalah :
–   bagan alir arus informasi
–         bagan alir sistem
–         struktur organisasi
–         deskripsi jabatan.
–         salinan dokumen-dokumen dasar
–         salinan laporan-laporan.
–         Dokumen kode rekening.
  1. Menentukan kebutahan pemakai sistem secara garis besar untuk mencapai sasaran sistem ini.
  2. Menentukan permasalah yang terjadi sehingga sistem yang lam belum dapat mencapai sasaran.

Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan.
Tugas team analis pada tahap ini ;
Mengidentifikasi kembali ruang lingkup sasaran proyak sistem.
Yang menentukan ruang lingkup dan sasaran adalah staf perencana dan komite pengarah.
  1. Melakukan studi kelayakan / high-point review
Studi kelayakan adalah studi yang akan digunakan untuk menetukan kemungkinan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak.Lama studi ini tergantung ruang lingkupnya. Studi kelayaka pada tahap awal sekali dinamakan penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh analis sistem.


Adapun penelitian pendahuluan itu adalah sbb :
  1. Memahami operasi dari sistem yang lama.Dokumen yang diperlukan adalah :
–          bagan alir arus informasi
–          bagan alir sistem
–          struktur organisasi
–          deskripsi jabatan.
–          salinan dokumen-dokumen dasar
–          salinan laporan-laporan.
  1. Menentukan kebutahan pemakai sistem secara garis besar untuk mencapai sasaran sistem ini.

  1. Menentukan permasalah yang terjadi sehingga sistem yang lam belum dapat mencapai sasaran.

  1. Menilai kelayakan proyek sistem.
  2. Kelayakan teknik
Pertanyaanya “apakah teknologi ini nantiya dapat diterapkan di
sistem?”.untuk menjawab hal ini perlu pertimbangan berikut  ;
  1. Ketersediaan teknologi di pasaran.
  2. Ketersediaan ahli yang dapat mengoperasikannya.
  3. Kelayakan operasi.
Pertanyaannya : “ dapatkah sistem ini natinya diterapakn didalam organisasi ?”
Untuk menjawab hal ini, perlu dipertimbangkan
  1. Kemampuan dari personil.
  2. Kemampuan dari operasi sistem untuk menghasilkan informasi.
  3. Kemampuan pengendalian dari operasi sistem.
  4. Efisiensi dari sistem.
  5. Kelayakan Jadual
Untuk melakukan penilaian terhadap kelayakan ini digunakan tehnik kuantitatip PERT. ( Program, Evaluation, and Review Technique ).
  1. Kelayakan Ekonomi.
Pertayaan penting : “ apakah sistem yang akan dikembangkan dapat dibiayai dan menguntungkan ?”
Untuk menjawab perhatikan hal berikut :
  1. Besarnya dana untuk mengembangkan sistem ini.
  1. Manfaat yang diperoleh sistem dibandingkan dengan biaya pengembangannya.
  2. Kelayakan hukum.
Pertanyaan penting : “ apakah sistem yang akan dikembangkan tidak
menyimpang dari hukum yang berlaku ?”
  1. Membuat usulan proyek sistem
  2. Meminta persetujuan manajemen.

BAB I KONSEP DASAR

Pengertian Sistem Informasi

Sesungguhnya yang dimaksud dengan sistem informasi tidak harus melibatkan komputer. Sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information Systems atau CBIS). Dalam prakteknya, Dalam konsep dasar sistem informasi, istilah sistem infor­masi lebih sering dipakai tanpa embel-embel berbasis komputer walaupun dalam kenyataannya komputer merupakan bagian yang penting. Dalam buku ini, yang dimaksudkan dengan sistem informasi adalah sistem informasi yang berbasis komputer.
Dalam bahasan konsep dasar sistem informasi ini akan diuraikan pengertian sistem informasi, oleh para ahli. Dalam berbagai pengertian sistem informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup sejumlah hal yaitu: tantangangan manajemen, teknologi informasi, konsp-konsep dasar, proses pengembangan dan aplikasi bisnis.


 Aktifitas Dasar Sistem Informasi

Dalam konsep dasar sistem informasi, aktifitas dasar sistem informasi menurut Laudon dan Laudon (2010, p46-47) adalah sebagai berikut :
  • Input, Melibatkan pengumpulan data mentah dari dalam organisasi atau dari lingkungan eksternal untuk pengolahan dalam suatu sistem informasi.
  • Process, Melibatkan proses mengkonversi input mentah ke bentuk yang lebih bermakna.
  • Output, Mentransfer proses informasi kepada orang yang akan menggunakannya atau kepada aktivitas yang akan digunakan.
  • Feedback, Output yang di kembalikan ke anggota organisasi yang sesuai untuk kemudian membantu mengevaluasi atau mengkoreksi tahap Input.

Blok-blok Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah building block yaitu blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.



  • Blok Masukan, Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
  • Blok Model, Blok model ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan didasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Jogiyanto 2008 : 13)
  • Blok Keluaran, Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
  • Blok Teknologi, Teknologi merupakan “kotak alat” (toolbox) dari pekerjaan sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendaliaan dari sistem keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
  • Blok Basis Data, Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data didalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat yang disebut dengan DBMS (Data Base Management Sistem).
  • Blok Kendali, Supaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian di dalamnya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung cepat diatasi. Jogiyanto (2008 : 13)

Contoh Penerapan 

Banyak aktivitas manusia yang berhubungan dengan sistem infor­masi. Tak hanya di negara-negara maju, di Indonesia pun sistem infor­masi telah banyak diterapkan di mana-mana, seperti di kantor, di pasar swalayan, di bandara, dan bahkan di rumah ketika pemakai bercengkerama dengan dunia Internet. Entah disadari atau tidak, sistem informasi telah banyak membantu manusia. Sebagai gambaran untuk memperjelas tentang konsep dasar sistem informasi, berikut ini diberikan contoh-contoh penerapan sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
  2. Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para pelanggan.
  3. Sistem biometrik yang dapat mencegah orang yang tak berwewenang memasuki fasilitas-fasilitas rahasia atau mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik iari atau retina mata
  4. Sistem POS (point-of-sale) yang diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data
  5. Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio, misalnya untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api.
  6. Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat di­gunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena di dalam kartu tersebut terekam data-data mengenai pasien
  7. Sistem yang dipasang pada tempat-tempat publik yang memung­kinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dan lain-lain
  8. Sistem layanan akademis berbasis Web yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data-data akademis atau bahkan dapat mendaftarkan mata kuliah-mata kuliah yang diambil pada semester baru
  9. Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange atau EDI) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis dan data yang terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer
  10. E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis Internet.

Kemampuan Utama 

Hal lain yang perlu dipahami dalam konsep dasar sistem informasi adalah kemampuan utamanya. Berikut ini merupakan kemampuan utama sistem informasi:
  • Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dan dengan kecepatan tinggi.
  • Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah, akurat, dan cepat.
  • Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
  • Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak di seluruh dunia dengan cepat dan murah.
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi.
  • Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah pikiran manusia.
  • Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semiotomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
  • Mempercepat pengetikan dan penyuntingan
  • Pembiayaan yang jauh lebih murah daripada pengerjaan secara manual.
Kemampuan-kemampuan ini mendukung sasaran bisnis yang mencakup:
  1. Peningkatan produktivitas.
  2. Pengurangan biaya.
  3. Peningkatan pengambilan keputusan. Peningkatan layanan ke pelanggan. Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis yang baru.
Sistem informasi memberikan nilai tambah terhadap proses, produksi, kualitas, manajemen, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif yang tentu saja sangat berguna bagi kegiatan bisnis (Kroenke, 1992).
Peningkatan penggunaan sistem informasi juga tidak terlepas dari perhatian manajemen dalam perusahaan terhadap betapa pentingnya manajemen informasi. Dalam hal ini, McLeod (1998) mengemukakan dua alasan, pertama kegiatan bisnis menjadi semakin rumit dan kedua komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik.




Sabtu, 18 Juni 2016

BAB VI SISTEM BILANGAN DAN KONVERSI BILANGAN

SISTEM BILANGAN DAN KONVERSI BILANGAN

Sistem Bilangan Digital
Sistem Digital adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengukur suatu nilai atau besaran yang bersifat tetap atau tidak teratur dalam bentuk diskrit berupa digit digit atau angka angka. Biasanya sebelum mempelajari lebih dalam tentang sistem digital pertama pasti kita akan mempelajari yang namanya Sistem Bilangan. Sistem bilangan memiliki 4 macam yaitu Biner, Oktal, Desimal, HexaDesimal.
1. Biner
Biner merupakan sebuah sistem bilangan yang berbasis dua dan hanya mempunyai 2 buah simbol yaitu 0 dan 1. sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dalam penulisan biasanya ditulis seperti berikut 1010012, 10012, 10102, dll.
2. Oktal
Oktal merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis delapan dan memiliki 8 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7). Dalam penulisan biasanya ditulis seperti berikut 23078, 23558, 1028, dll.
3. Desimal
Desimal merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis sepuluh dan memiliki 10 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9). Desimal merupakan sistim bilangan yang biasa digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
4. HexaDesimal
HexaDesimal merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis 16 dan memiliki 16 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F). Dalam penulisan biasanya ditulis seperti berikut 2D8616, 12DA16, FA16, dll.

KONVERSI BILANGAN BINER, OCTAL, DESIMAL, HEXADESIMAL


Konversi Bilangan Desimal

Konversi bilangan desimal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan desimalkedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan biner, bilangan oktal atau bilangan hexadesimal).
Konversi Bilangan Desimal Ke Biner
Konversi bilangan desimal ke biner merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan desimal kedalam bentuk bilangan biner. Ada beberapa cara yang dapat agan lakukan untuk mengkonversi bilangan desimal ke biner. Berikut caranya :
  1. Cara yang pertama, yaitu dengan membagi bilangan desimal dengan nilai 2 (basis). Cara ini merupakan cara yang sering digunakan oleh banyak orang. Untuk lebih jelasnya silahkan agan simak contoh dibawah ini. konversi bilangan desimal ke biner                         Nilai bilangan desimal 77 = 1001101 (bilangan biner).
  2. Cara yang kedua, yaitu dengan menjumlahkan atau menambahkan bilangan-bilangan dengan pangkat dua (basis) sampai jumlahnya sama dengan bilangan desimal yang akan dikonversikan.cara konversi bilangan desimal ke biner
Konversi Bilangan Desimal Ke Oktal
Konversi bilangan desimal ke oktal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan desimal kedalam bentuk bilangan oktal, dengan cara membagi bilangan desimal dengan nilai 8 (basis). Untuk memahaminya silahkan agan simak contoh dibawah ini.
konversi bilangan desimal ke oktal
Nilai bilangan desimal 77 = 115 (bilangan oktal)
Konversi Bilangan Desimal Ke Hexadesimal
Konversi bilangan desimal ke hexadesimal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan desimal kedalam bentuk bilangan hexadesimal, dengan cara membagi bilangan desimal dengan nilai 16 (basis). Silahkan agan simak contoh dibawah ini untuk lebih jelasnya.
konversi bilangan desimal ke hexadesimal
Nilai bilangan desimal 77 = 4D (bilangan hexadesimal)

Konversi Bilangan Biner

Konversi bilangan biner merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan biner kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan desimal, bilangan oktal atau bilangan hexadesimal).
Konversi Bilangan Biner Ke Desimal
Agan dapat mengkonversi bilangan biner ke desimal, yaitu dengan cara menggunakan bantuan tabel konversi bilangan biner ke desimal dibawah ini.
tabel konversi bilangan biner ke desimal
Contoh konversi bilangan biner 1011100 ke bilangan desimal :
konversi bilangan biner ke desimal
Jadi, nilai bilangan biner 1011100 = 92 (bilangan desimal)
Konversi Bilangan Biner Ke Oktal
Cara mengkonversi bilangan biner ke oktal dapat dilakukan dengan mengkonversi tiap-tiap tiga buah digit biner. Silahkan agan simak tabel konversi bilangan biner ke oktal dan contonya dibawah ini.
tabel konversi bilangan biner ke oktal
Contoh konversi bilangan biner 1011100 ke bilangan oktal :
konversi bilangan biner ke oktal
Jadi, nilai bilangan biner 1011100 = 134 (bilangan oktal)
Konversi Bilangan Biner Ke Hexadesimal
Cara mengkonversi bilangan biner ke hexadesimal dapat dilakukan dengan mengkonversi tiap-tiap empat buah digit biner. Silahkan agan simak tabel konversi bilangan biner ke hexadesimal dan contonya dibawah ini.
Contoh konversi bilangan biner 1011100 ke bilangan hexadesimal :
konversi bilangan biner ke hexadesimal
Jadi, nilai bilangan biner 1011100 = 5C (bilangan hexadesimal)

Konversi Bilangan Oktal

Konversi bilangan oktal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan oktal kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan desimal, bilangan biner atau bilangan hexadesimal).
Konversi Bilangan Oktal Ke Desimal
Agan dapat melakukan konversi bilangan oktal ke desimal, yaitu dengan cara mengalikan masing-masing digit bilangan dengan position valuenya. Contoh konversi bilangan oktal 145 ke bilangan desimal :
konversi bilangan oktal ke desimal
Jadi, nilai bilangan oktal 145 = 105 (bilangan desimal)
Konversi Bilangan Oktal Ke Biner
Konversi bilangan oktal ke biner dapat dilakukan dengan mengkonversi masing-masing digit oktal ke tiga digit biner. Untuk tabelnya silahkan agan lihat pada konversi biner ke oktal diatas. Contoh konversi bilangan oktal 145 ke bilangan biner :
konversi bilangan oktal ke biner
Jadi, nilai bilangan oktal 145 = 001100101 (bilangan biner)
Konversi Bilangan Oktal Ke Hexadesimal
Konversi bilangan oktal ke hexadesimal yang pertama harus dilakukan adalah dengan mengkonversikan bilangan oktal terlebih dahulu ke bilangan biner, kemudian baru konversikan ke bilangan hexadesimal. Contoh konversi bilangan oktal 145 ke bilangan hexadesimal.
  1. Konversi bilangan oktal ke biner terlebih dahulu :konversi bilangan oktal ke biner
  2. Kemudian konversikan bilangan biner tersebut ke bilangan hexadesimal :konversi bilangan oktal ke hexadesimal
Jadi, nilai bilangan oktal 145 = 65 (bilangan hexadesimal)

Konversi Bilangan Hexadesimal

Konversi bilangan hexadesimal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan hexadesimal kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan desimal, bilangan biner atau bilangan oktal).
Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Desimal
Agan dapat melakukan konversi bilangan hexadesimal ke desimal, yaitu dengan cara mengalikan masing-masing digit bilangan dengan position valuenya. Contoh konversi bilangan oktal C54 ke bilangan desimal :
konversi bilangan hexadesimal ke desimal
Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 852 (bilangan desimal)
Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Biner
Konversi bilangan hexadesimal ke biner dapat dilakukan dengan mengkonversi masing-masing digit hexadesimal ke empat digit biner. Untuk tabelnya silahkan agan lihat pada konversi biner ke hexadesimal diatas. Contoh konversi bilangan hexadesimal C54 ke bilangan biner :
konversi bilangan hexadesimal ke biner
Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 110001010100 (bilangan biner)
Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Oktal
Konversi bilangan hexadesimal ke oktal, yang pertama harus dilakukan adalah dengan mengkonversikan bilangan hexadesimal terlebih dahulu ke bilangan biner, kemudian baru konversikan ke bilangan oktal. Contoh konversi bilangan hexadesimal C54 ke bilangan oktal.
  1. Konversi bilangan hexadesimal ke biner terlebih dahulu :konversi bilangan hexadesimal ke biner
  2. Kemudian konversikan bilangan biner tersebut ke bilangan oktal :konversi bilangan hexadesimal ke oktal
Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 6124 (bilangan oktal)

Selasa, 24 Mei 2016

BAB VIII KONSEP DASAR SISTEM DAN INFORMASI

1. konsep dasar sistem

       Pengertian Sistem Menurut Indrajit (2001: 2) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

       Pengertian Sistem Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

       Pengertian Sistem Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.  .

        Pengertian Sistem Menurut Jerry FutzGerald, (1981 : 5) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umu, yaitu :
1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur
2.Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

b. karakteristik sistem

1. Komponen
         Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras, perangkat lunak dan manusia.
Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila perangkat keras adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O dan memori, maka supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.

2. Boundary (Batasan Sistem)
        Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3. Environment (lingkungan Luar Sistem)
      Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Interface (Penghubung Sistem)
     Penghubung merupakan media perantara antar sub sistem. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Output dari satu sub sistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan sub sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

5. Input (Masukan)
          Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance input dan sinyal inputMaintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

6. Output (Keluaran)
       Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Proses (Pengolahan Sistem)
      Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.

8. Objective and Goal (Sasaran dan Tujuan Sistem)
         Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

c. klasifikasi sistem

1. Sistem Abstrak dan Sistem FisikSistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep, misalnya sistem teologi yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dan tuhan. Sedangkan sistem fisik (physical system) adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, misalnya sistem komputer, sistem sekolah, sistem akuntansi dan sistem transportasi.
2. Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik
Sistem deterministik (deterministic system) adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat, misalnya sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik (probabilistic system) adalah sistem yang tak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas, misalnya sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata-rata dan waktu untuk memulihkan jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti.
3. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi. Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem perusahaan dagang.
4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
Sistem Alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena alam, misalnya sistem tata surya. Sedangkan sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dibuat oleh manusia,misalnya sistem komputer.
5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
Berdasarkan tingkat kerumitannya, sistem dibedakan menjadi sistem sederhana (misalnya sepeda) dan sistem kompleks (misalnya otak manusia).


1.2. KONSEP DASAR INFORMASI

a.                 Definisi informasi
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.

b.                Siklus informasi
Menurut (Jogiyanto) data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan suatu tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model hingga kembali menghasilkan suatu informasi dan terus menerus akan berulang hingga membentuk siklus informasi (information circle) atau disebut juga siklus pengolahan data. Siklus informasi dapat digambarkan sebagai berikut :

c.                  Mutu informasi
-                      Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaat yang diperoleh lebih berharga  dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu  sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan sehingga tidak mungkin atau sulit  untuk menghubungkan antara informasi tentang suatu masalah dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian besar informasi digunakan tidak hanya oleh satu pihak saja di dalam perusahaan.

- Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal :
a. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak bias atau menyesatkan harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena informasi yang disampaikan ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat berubah atau merusak informasi tersebut.
b. Tepat waktu
Informasi yang datang ke penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
c. Relevan
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.


2. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI

a.                 Definisi sistem informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

b.                KOMPONEN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

1. Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.


2. Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

4. Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.

6. Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.

7. Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

8. Komponen control
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur
terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

c.                  Peran sistem informasi bagi manajemen
Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis.
Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi
Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.